Postingan

PINTAR TONTANG HARATI

Gambar
Amsal 1:1-7 “Pintar Tontang Harati” adalah suatu istilah dalam bahasa Dayak Ngaju untuk mengungkapkan kediriaan seorang manusia pada tingkat kualitas tertentu. Bila diterjemahkan, artinya kurang lebih demikian, “Cerdas dan Berhikmat”. Pintar tontang harati memang yang didambakan. Karena hanya manusia yang pintar dan haratilah yang mampu menjalankan hidup dengan baik. Ya, pintar dan harati. Kedua-duanya, itulah keutuhan hidup manusia. Tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harati. Pintar yang tanpa harati belumlah menjadi kepintaran yang sesungguhnya. Demikian pun, harati belumlah menjadi harati yang sesungguhnya bila tanpa dilengkapi kepintaran. Pintar tanpa harati maka biasanya menjadi kepintaran yang tak terkendali. Sedangkan harati tanpa ditunjang kecerdasan biasanya juga menjadi harati yang polos, lugu, dungu, sasaran pembodohan! (ay.1-2) “Pintar Tontang Harati” oh, saudara….. tentu semua kita mendambakannya. Hanya sayangnya, masa kini kita banyak menjumpai ...

MERAGUKAN JANJI ALLAH ADALAH KEBODOHAN

Gambar
Zepanya 3:9-20 “Lidah memang tak bertulang, tak terbatas kata-kata. Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir, lain di hati...” itulah bunyi penggalan syair indah sebuah lagu   yang cukup populer di tahun 70-an. Lagu itu hendak bertutur soal janji yang sering tidak ditepati oleh seseorang kepada kekasihnya. Sering menimbulkan kecewa, luka di hati akibat janji yang tak ditepati. Ya, itulah yang sering terjadi bila manusia yang berjanji. Hari ini menyatakan cinta, besok atau lusa jadi lupa. Hari ini ucapkan sayang, besok atau lusa bagai “habis manis sepah dibuang”. Banyak kisah peristiwa dalam hidup ini yang meninggalkan cerita lara dan air mata menyesak dada karena ulah janji-janji anak manusia di muka bumi. Dalam pengalaman nyata, tidak kurang itu juga bisa terjadi antar saudara, teman akrab, teman bisnis, seorang kekasih, seorang yang hendak mencalonkan diri jadi pemimpin. Penipuan sering terjadi juga karena dibumbui janji-janji. Ada juga orang yang tertipu mengharap...

ANTARA APA YANG DIDENGAR DAN APA YANG DILIHAT

Gambar
Filipi 4:2-9 Saya tidak tahu andai kata suatu saat anda ditawarkan sebuah barang dengan mutu rombeng tapi dengan harga yang selangit. Harga sama, bahkan lebih mahal dari barang berkualitas. Anda berminat? Oh…oh…oh…! Bukankah yang rasional pada umumnya bahwa yang rombeng, barang bekas, lebih murah dari yang berkualitas? Bukankah wajar bila yang berkualitas lebih mahal dari yang rombeng? Dapatkah anda bayangkan bila orang berkelas, koq memakai baran rombeng? Gengsi dong? Di sisi lain, demikian pun para penjaja barang, tentu bersaing untuk menampilkan barang-barang terabik mereka dengan tujuan agar nilai jual melambung tinggi! Itu wajar semata! Dengan mutu berkualitas si pembeli pun merasa puas, berapa pun harganya akan dibayar walau isi dompet habis terkuras! Oh, saudara…. Bukan hanya di dunia bisnis, tetapi hampir di berbagai aktivitas kehidupan prisif ini berlaku. Lihat saja di sekolah-sekolah, bukankan para murid yang akan diterima harus memenuhi standar ...

JANGAN GAMPANG MENYERAH

Gambar
Matius 15:21-28 Melalui nas ini kita dihadapkan dengan kontras tentang dua macam orang yang katanya beriman tetapi memiliki respon yang berbeda. Di satu sisi, orang Farisi, seorang pemimpin agama namun beriman palsu, sedang di sisi lain ada seorang perempuan kafir dari Kanaan, kaum marginal yang direndahkan tetapi beriman sejati dan ia mendapat pujian dari Tuhan Yesus. Injil Matius mencatat kisahnya yang menarik,  tentang semangat imannya yang  pantang menyerah. Seorang wanita Kanaan memiliki anak perempuan yang kerasukan setan. Wanita ini tak memiliki harapan lagi bagi anaknya. Sampai ia mendengar Yesus berada di daerahnya. Wanita ini mendatangi Yesus dengan membawa masalahnya karena ia percaya Dia dapat menolongnya. Ia berseru kepada-Nya walaupun tampaknya segala hal dan semua orang menentangnya. Ras, latar belakang agama, gender, para murid, setan, dan sepertinya Yesus pun demikian (ay. 22-27). Ia menghadapi banyak rintangan, tetapi ia tidak menyerah. ...

KEBAHAGIAAN ORANG YANG MURAH HATINYA

Gambar
Rut 4:18-22 Kemurahan hati adalah salah satu sifat seorang Rut. Kemurahan hatinya kepada mertuanya menjadi berkat baginya. Tuhan memberikan berkat kepada Rut melalui  kemurahan hati Boaz. Boaz memperbolehkan Rut untuk tetap memungut jelai di ladangnya. Boaz bahkan memerintahkan para pekerja lelakinya untuk tidak mengganggu dia (Rut 2 : 9). Bahkan Boaz memerintahkan para pegawainya untuk dengan sengaja menjatuhkan berkas-berkas jelai supaya dipungut oleh Rut (Rut 2 : 16). Rut bahkan boleh ikut makan roti bersama-sama dengan para pekerja Boaz dan minum dari tempayan-tempayan yang disediakan untuk para pekerjanya (Rut 2 : 14). Ketika Rut menikmati kebaikan hati Boaz yang mengundang dia untuk makan bersama dengan para pegawainya, Rut teringat kepada mertuanya di rumah, sehingga ketika ia sudah makan dengan kenyang ia menyisihkan kelebihan makanan yang telah ia nikmati untuk ia berikan kepada mertuanya. Rut senang berbagi dengan orang lain yang berkekurangan. Ia t...

PEMELIHARAAN ALLAH ATAS UMATNYA

Gambar
Rut 4:1-7 Saudara, melalui nas ini kita seolah-olah dibawa untuk melihat drama empat babak sesuai  dengan pembagian pasal. Melalui lika-liku kehidupan setiap tokoh dalam kitab Rut yang digambarkan melalui gaya sastra yang menarik, menyaksikan kepada kita supaya semakin yakin bahwa Allah pasti memelihara umat-Nya, walaupun cara yang dipakai Allah tidak selalu mudah untuk kita mengerti. Daya tarik kitab ini terletak pada budaya Israel yang kental mengenai perkawinan levirat, seorang penebus (terjemahan dari kata Ibrani go’el), serta cerita dengan latar kehidupan di pedesaan. Isi kitab yang tergolong singkat untuk sebuah kisah sejarah membuat kitab ini tidak membosankan. Kebaikan hati Rut dan kesetiaannya kepada mertuanya Naomi dan kepada Allah Israel rupanya diketahui oleh orang-orang sehingga kesaksian yang baik itu sampai ke telinga Boaz. (Rut 2 : 11). Ini juga adalah pengaturan Allah. Kesaksian Rut ini membuat Boaz sangat terkesan. Kemurahan hatinya kepada me...

TUHAN ADA DI BALIK PERISTIWA KEHIDUPAN KITA

Gambar
Rut 3:1-18 Kisah ini harus dimengerti dari sudut pandang Hukum Taurat yang berlaku bagi umat      Tuhan pada masa itu. Melalui Hukum Taurat, Tuhan mengatur perlindungan bagi umat-Nya yang ditimpa kemalangan (Bdk. Im. 25 ). M isalnya, akibat panen gagal, seseorang harus berhutang menjual tanah atau bahkan diri sebagai budak. Keluarga terdekat berkewajiban menebusnya, agar kehidupannya dapat dilangsungkan. Rut memohon Boas “mengembangkan sayap” untuk melindungi keluarga mertuanya, Elimelekh dari kehancuran total (ayat 9 ). Dulu Elimelekh mungkin menggadaikan tanah dan ladangnya untuk lari ke Moab. Kini Rut dan Naomi janda-janda dari keluarga Elimelekh, tidak memiliki apa-apa kecuali bersandar penuh pada Tuhan, lewat belas kasih sanak keluarga yang diberkati. Naomi, seorang ibu mertua yang bijak, mengasihi, memikirkan; bukan saja nasibnya sendiri untuk mendapatkan penerus keluarganya yang telah tiada, tetapi memperhatikan kebahagiaan Rut. Boa...